Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk?

Bintang dan materi jatuh ke dalam lubang hitam.

Bintang dan materi jatuh ke dalam lubang hitam.

Lubang hitam adalah objek luar angkasa yang memiliki gravitasi yang sangat kuat sehingga cahaya pun tidak dapat menghindarinya. Alasan lubang hitam menarik dengan gaya gravitasi yang sangat besar adalah karena banyak materi tergencet ke dalam ruang yang sangat kecil. Peristiwa semacam ini biasanya terjadi ketika seorang bintang sekarat. Kematian bintang biasanya merupakan proses di mana bintang pertama kali mengembang, kehilangan massanya, dan kemudian berubah menjadi apa yang disebut katai putih, begitu mereka mendingin.

Lahir Dengan Bang

Jika sebuah bintang cukup besar, artinya 10-20 kali lebih besar dari matahari di tata surya kita, ada dua skenario yang mungkin terjadi. Salah satunya adalah ia berubah menjadi bintang neutron super padat, yang lainnya adalah ia berubah menjadi lubang hitam bermassa bintang. Lubang hitam tercipta setelah peristiwa yang disebut supernova, yang pada dasarnya adalah ledakan bintang, tidak meninggalkan apa pun kecuali inti bintangnya di luar angkasa. Ketika itu terjadi, inti bintang mulai runtuh ke dalam dirinya sendiri, karena tidak ada gravitasi yang berlawanan untuk mencegahnya. Jika inti itu berubah menjadi titik yang sangat kecil, sebuah lubang hitam tercipta.

Karakteristik Lubang Hitam

Lubang hitam

Salah satu fitur dari semua lubang hitam adalah bahwa mereka tidak terlihat oleh mata manusia. Jika tidak ada cahaya yang dapat lepas dari gravitasinya, maka tidak ada pantulan yang memungkinkan kita untuk melihatnya. Satu-satunya cara untuk menemukan lubang hitam di luar angkasa adalah dengan menggunakan teleskop yang dirancang khusus. Namun meskipun demikian, cara Anda akan menemukan lubang hitam adalah dengan melihat perilaku bintang yang berada di dekat lubang hitam. Ketika ada lubang hitam di dekat bintang hidup, sebuah kejadian yang disebut cahaya berenergi tinggi muncul, yang kemudian dapat diamati oleh para ilmuwan.

Empat Jenis Klasifikasi Lubang Hitam

Ada empat ukuran berbeda yang bisa dimiliki lubang hitam: miniatur, menengah, bintang, dan supermasif. Sejauh ini, miniatur masih bersifat teoretis, dan dihipotesiskan bahwa mereka ada tak lama setelah Big Bang dan menghilang dengan cepat 13,7 miliar tahun yang lalu. Bukti keberadaan lubang hitam berukuran sedang juga masih dipertanyakan.

Lubang hitam bintang ada di seluruh alam semesta, dan mungkin ada banyak lubang hitam di galaksi kita. Massa lubang hitam ini bisa lebih dari 20 kali lebih besar dari massa matahari kita. Terakhir, lubang hitam supermasif, yang dijelaskan dalam teori relativitas umum oleh Einstein, adalah objek besar yang mungkin berada di suatu tempat di pusat setiap galaksi. Bima Sakti, yang merupakan nama galaksi kita, memiliki lubang hitam supermasif bernama Sagitarius A*, dan massanya 4.000.000 kali lebih besar daripada matahari kita.

Sekarang Anda mungkin khawatir, dan bertanya-tanya, bagaimana jika matahari kita berubah menjadi lubang hitam, apa yang akan terjadi pada Bumi? Nah, itu tidak akan pernah terjadi karena matahari kita tidak cukup besar atau tidak memiliki massa yang cukup untuk berubah menjadi lubang hitam. Saat ini, juga tidak ada lubang hitam yang diketahui cukup dekat dengan Bumi sehingga bisa menjadi bahaya setiap saat.

  1. Rumah
  2. Tahukah kamu
  3. Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk?

Related Posts

© 2022 Tekno Sridianti