Ciri-ciri Arthropoda

Kumbang adalah contoh dari antropoda.

Kumbang adalah contoh dari antropoda.

Arthropoda adalah sekelompok hewan yang membentuk filum Euarthropoda. Kelompok ini termasuk serangga, krustasea, myriapoda, dan arakhnida. Mereka semua adalah hewan invertebrata.

Tubuh tersegmentasi, pelengkap bersendi berpasangan, dan keberadaan kerangka luar adalah beberapa fitur yang mencirikan filum. Sebagian besar hewan ini simetris bilateral. Mereka menunjukkan keragaman terbesar di antara semua kelompok hewan. Arthropoda menyumbang lebih dari 80% dari semua spesies yang masih ada di Bumi. Spesies ini tersebar di berbagai ekosistem mulai dari laut dan air tawar hingga darat dan udara.

Beberapa karakteristik utama arthropoda telah disebutkan di bawah ini:

7. Reproduksi Pada Arthropoda

Kecuali beberapa spesies, kebanyakan artropoda memiliki jenis kelamin yang terpisah. Setiap jenis kelamin memiliki organ seks berpasangan yang membuka ke permukaan ventral batang tubuh melalui saluran. Sperma pada makhluk ini biasanya dilindungi dalam paket tertutup yang disebut spermatofor yang memastikan bahwa sperma tidak diencerkan oleh air di lingkungan perairan dan tidak dikeringkan di lingkungan terestrial. Pada beberapa spesies, spermatofor dilepaskan di tanah sementara pada spesies lain mereka disimpan selama tarian perkawinan antar spesies. Namun, pada sebagian besar spesies, pejantan menyimpannya langsung ke lubang genital betina selama persetubuhan. Beberapa spesies memiliki metode reproduksi khusus dan unik. Pada beberapa spesies, partenogenesis dapat diamati sementara yang lain melahirkan anak yang masih hidup, bukan telur.

6. Sistem Saraf Pada Arthropoda

Arthropoda memiliki sistem saraf yang sangat dasar yang terdiri dari otak yang terletak di punggung dan tali saraf longitudinal yang berganglion di sisi perut. Saraf memanjang secara lateral ke setiap segmen dari tali saraf.

5. Sistem Peredaran Darah Terbuka Pada Arthropoda

Arthropoda memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung mereka ditempatkan di bagian punggung. Arthropoda memiliki sistem arteri yang luas atau terbatas yang mengalirkan darah ke dalam hemosel atau ruang jaringan. Jantung dan arteri dihubungkan melalui bukaan berpasangan atau ostia di mana pergerakan darah dikendalikan oleh katup. Crustacea dan arakhnida memiliki darah biru karena mengandung pigmen pembawa oksigen hemocyanin. Pada serangga, pigmen tersebut kurang karena oksigen dikirim ke jaringan langsung dari sistem trakea. Hemoglobin, bagaimanapun, hadir dalam darah beberapa spesies krustasea kecil dan larva serangga.

4. Sistem Pernapasan Pada Arthropoda

Arthropoda darat memiliki trakea dan paru-paru buku sebagai organ pernapasan. Yang pertama adalah jaringan tabung kecil yang memungkinkan gas menemukan jalan mereka ke bagian dalam tubuh. Yang terakhir adalah kantong internal yang dilapisi oleh kitin dengan pelat berisi darah. Udara yang dibawa oleh trakea berperedaran di atas pelat-pelat ini memungkinkan pertukaran gas. Arthropoda air, di sisi lain, memiliki insang untuk respirasi. Meskipun insang yang merupakan hasil pertumbuhan kulit ditutupi oleh kerangka luar, insang tipis di daerah ini yang memungkinkan pertukaran gas.

3. Kebiasaan Makan yang Beragam

Arthropoda memiliki kebiasaan makan yang beragam. Ada herbivora, karnivora, parasit, detritus feed, dll, dalam kelompok ini. Biasanya, pelengkap yang membantu makan ada di sekitar mulut. Setiap spesies memiliki pelengkap khusus per kebiasaan diet spesies. Misalnya, kepiting fiddler memiliki cakar kecil yang memungkinkan mereka untuk mengambil pasir permukaan dan meletakkannya di dalam mulut mereka di mana rambut-rambut kecil digunakan untuk menyaring pasir untuk menjaga bagian organik dan mengeluarkan bahan mineral. Di sisi lain, kutu daun memiliki pelengkap yang digunakan untuk menembus vegetasi untuk menyedot jus tanaman.

2. Penggerak

Tidak seperti kebanyakan invertebrata lainnya, arthropoda tidak memiliki silia lokomotor di semua tahap kehidupan. Mereka bergerak dengan aksi terkoordinasi dari kerangka luar, pelengkap, dan otot mereka. Kerangka luar mereka tersegmentasi untuk memungkinkan pergerakan. Pelengkap hewan ini secara khusus disesuaikan untuk memungkinkan berbagai jenis penggerak seperti berjalan, berenang, menggali, berlari, dll. Beberapa serangga juga memiliki sayap yang membantu mereka terbang.

1. kerangka luar

Arthropoda memiliki kerangka luar yang keras, tidak hidup, yang tidak hanya memberikan perlindungan dan dukungan bagi makhluk itu, tetapi juga membantu dalam bergerak. Eksoskeleton terbuat dari dua lapisan, lapisan protein kitin tebal bagian dalam (prokutikula) dan lapisan protein luar (epikutikula). Untuk memungkinkan arthropoda tumbuh, eksoskeleton secara berkala ditumpahkan dalam proses yang disebut molting atau ecdysis, dan eksoskeleton baru dihasilkan.

  1. Rumah
  2. Fakta Dunia
  3. Ciri-ciri Arthropoda

Related Posts

© 2022 Tekno Sridianti