Glaukoma: gejala, jenis, pengobatan

Glaukoma: gejala, jenis, pengobatan

Glaukoma adalah penyakit yang mempengaruhi saraf optik yang disebabkan oleh peningkatan aqueous humor di ruang posterior mata. Beberapa faktor dapat mengubah keseimbangan antara produksi dan aliran aqueous humor, yang mengarah ke akumulasi dan, akibatnya, meningkatkan tekanan intraokular.

Peningkatan tekanan intraokular, atau hipertensi okular, menyebabkan cedera dan bahkan kematian sel retina yang membentuk saraf optik, yang menyebabkan kehilangan penglihatan secara bertahap, yang dapat menyebabkan kebutaan yang tidak dapat disembuhkan.

Gejala dan diagnosis

Meskipun beberapa kasus glaukoma tidak menunjukkan gejala, beberapa gejala cukup khas pada kebanyakan kasus, yaitu:

  • Tekanan intraokular meningkat;
  • Kehilangan bidang visual;
  • Peningkatan penggalian disk optik;
  • Atrofi saraf optik.

Untuk diagnosis glaukoma, yang merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia, beberapa ujian mata dilakukan, seperti campimetri (evaluasi bidang visual), evaluasi saraf optik (fundus), antara lain.

Jenis glaukoma

1. Glaukoma sudut terbuka kronis:

ini adalah bentuk glaukoma yang paling umum dan hampir tanpa gejala, hanya didiagnosis, berkali-kali, ketika ada cedera yang lebih serius. Pada tipe glaukoma ini, ada kesulitan dalam menguras aqueous humor, yang menyebabkan peningkatan bertahap pada tekanan intraokular, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf optik;

2. Glaukoma sudut tertutup:

terjadi dengan menutup sudut drainase dari aqueous humor;

3. Glaukoma sudut tertutup tertutup:

terjadi ketika tekanan intraokular meningkat dengan cepat. Gejala-gejala krisis akut jenis glaukoma ini adalah nyeri parah pada mata dan kepala, penglihatan kabur, persepsi lingkaran cahaya berwarna di sekitar lampu, mual dan muntah. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kebutaan.

Pengobatan

Pengobatan glaukoma dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, laser, dan pembedahan, tetapi bervariasi di antara setiap jenis glaukoma. Oleh karena itu, kunjungan berkala ke dokter mata sangat penting sehingga diagnosis yang tepat dan deteksi dini glaukoma dapat dilakukan.

Tinggalkan Balasan