Apa itu Tes mata dan manfaatnya

Tes mata sangat penting untuk diagnosis dini dan pengobatan penyakit yang berhubungan dengan penglihatan.

Setiap ibu tahu bahwa tusukan tumit adalah tes wajib dan sangat penting dalam diagnosis penyakit penting, seperti anemia sel sabit, hipotiroidisme kongenital, fibrosis kistik, dan fenilketonuria. Namun yang tidak diketahui banyak ibu adalah bahwa tes lain juga harus dilakukan di bulan pertama kehidupan bayi. Ini adalah kasus tes telinga dan tes mata.

Tes mata, seperti tes telinga dan kaki kecil, adalah tes yang sederhana dan cepat. Tes, juga disebut tes refleks merah, penting untuk menilai penglihatan bayi. Pemeriksaan ini harus dilakukan hingga 30 hari setelah lahir, namun sebaiknya dilakukan sebelum anak keluar dari rumah sakit.

Pemeriksaan yang berlangsung rata-rata tiga menit terdiri dari penempatan sorotan cahaya ke arah mata bayi dengan jarak lebih dari 30 cm. Dokter kemudian akan mengamati refleks pupil. Refleks pada anak dengan penglihatan normal berwarna kemerahan, homogen dan simetris. Warna kemerahan ini berarti sumbu optik bebas, memungkinkan cahaya masuk dan keluar melalui pupil. Jika refleks tidak merah atau pemeriksa ragu tentang diagnosisnya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mata. Peralatan yang digunakan dalam ujian ini disebut dengan oftalmoskop.

Untuk bayi prematur dengan berat kurang dari 1,5 kg dan / atau lahir sampai 32 minggu, ada anjuran khusus. Tes mata pertama harus dilakukan antara minggu ke-4 dan ke-6 kehidupan bayi. Tujuan utama dari tes ini adalah untuk mendeteksi retinopati prematuritas. Tes ini harus diulang sampai seluruh retina mengalami vaskularisasi.

Manfaat

Tes mata fungsinya mendiagnosis penyakit seperti katarak kongenital, glaukoma kongenital, retinoblastoma, retinopati pada prematuritas, infeksi, trauma lahir, tumor dan kebutaan. Dalam ujian ini, strabismus juga diamati. Tes ini penting, karena pengobatan dini untuk beberapa penyakit ini memungkinkan penglihatan normal bayi berkembang.

Pelajari lebih banyak tentang penyakit utama yang terdeteksi dalam tes mata:

  • Katarak Bawaan: Lensa menjadi buram, sehingga menghalangi penglihatan. Ini adalah penyebab utama kebutaan pada masa kanak-kanak. Katarak kongenital sering dikaitkan dengan beberapa penyakit genetik, seperti galaktosemia dan sindrom Down.
  • Glaukoma kongenital: merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokular. Biasanya, anak dengan glaukoma kongenital kehilangan kilau di daerah iris dan terjadi peningkatan volume bola mata.
  • Retinopati Prematuritas: Pada penyakit ini terjadi proliferasi abnormal pembuluh darah di retina, terutama menyerang bayi prematur. Seiring dengan glaukoma bawaan, ini adalah salah satu penyebab utama kebutaan pada anak.
  • Retinoblastoma: Ini adalah tumor ganas yang umum di masa kanak-kanak, yang disebabkan oleh mutasi. Pemantauan itu penting, karena tumor ini mungkin tidak terbatas pada mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*